Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Jembatan Kukar

Selasa, 03 Januari 2012

Jembatan Kukar
(Siapa Yang Harus Bertanggung Jawab Atas Runtuhnya Jembatan Kukar)


 Alangkah terkejutnya saya ketika mendengar jembatan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang membentang di atas Sungai Mahakam, runtuh! Deg… Fikiran langsung melayang ke film Final Destination yang terakhir dimana ada kejadian jembatan runtuh, dan model jembatannya mirip dengan jembatan Mahakam itu.


Faktor Penyebab 

  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menemukan sejumlah kelemahan pada titik buhul atau sambungan antara kabel vertikal dan kabel utama Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar). Dijelaskan, bagian-bagian baja pada titik sambung atau buhul itu akan diteliti dan diuji kualitas materialnya, apakah telah sesuai dengan spesifikasi saat perencanaan atau tidak.Keruntuhan jembatan diawali dengan putusnya titik buhul, pertemuan antara titik vertikal dan utama. 

Siapa Yang Bertanggung Jawab ?

    kasus ambruknya jembatan Mahakam II di Kutai Kartanegara (Kukar), pihak yang paling bertanggungjawab adalah kontraktor yang membangun jembatan tersebut. Sebab, jembatan yang dibangun dan baru berusia sekitar 10 tahun itu masih dalam masa pengawasan dan pemeliharaan pihak kontraktor.

Ketoprak

KETOPRAK





 Bagi teman-teman yang domisili nya di Jakarta, mungkin makanan yg satu ini sudah tidak asing lagi. Ya, “Ketoprak”. Jenis makanan ini umumnya dijual dengan menggunakan kereta/gerobak dorong yang dijajakan di jalan-jalan atau berkeliling di dalam kompleks perumahan. Ada juga yang mangkal di kaki lima. Pada saat berkeliling, penjual “Ketoprak” akan mendentingkan suara sendok yang dipukulkan beradu dengan piring atau botol kosong





Bahan utamanya yang simple, yaitu Bihun, Tahu goreng, Mentimun, dan Tauge yg sudah direbus, dan lontong dicampur dengan bumbu yang terdiri dari : Bawang Putih, Saus Kacang, Kecap, ditambah kerupuk membuat jeni s makanan yang satu ini disukai oleh anak-anak sampai orang dewasa. Terlebih lagi harganya yang relatif murah. Bagaimana tidak, hanya dengan merogoh kocek yg tak sampai Rp.10.000,-, kita sudah bisa menikmati sepiring Ketoprak.



Bagi teman-teman yang domisili nya di Jakarta, mungkin makanan yg satu ini sudah tidak asing lagi. Ya, “Ketoprak”. Jenis makanan ini umumnya dijual dengan menggunakan kereta/gerobak dorong yang dijajakan di jalan-jalan atau berkeliling di dalam kompleks perumahan. Ada juga yang mangkal di kaki lima. Pada saat berkeliling, penjual “Ketoprak” akan mendentingkan suara sendok yang dipukulkan beradu dengan piring atau botol kosong

Tragedi Mesuji


Tragedi Mesuji


      Mesuji adalah kisah kerakusan korporasi, ketundukan pemerintah dan ignorance manusia modern. Sebab dari darah yang tumpah dan mengalir di kebun sawit, singkong dan karet, korporasi jadi kaya, kas pemerintah menggembung dan orang-orang Jakarta dan dunia selebihnya bisa menikmati minyak goreng yang jernih, bisa bermobil mewah dengan ban handal, bisa menikmati gemerlap kasino dan hingar bingar dunia gelap di tengah-tengah sejarah manusia modern abad ini.
   Dan apa yang kita saksikan di Mesuji, merupakan miniatur rangkaian cuplikan dan adegan kepedihan, ketidakberdayaan dan cucuran air mata orang-orang tertindas dan tak berdaya di Republik ini. Mesuji adalah cerita keburukan, seburuk apapun yang kita vulgarkan. Mesuji adalah cermin budaya kekerasan, barbarisme dan kemiskinan yang kemudian menyoal keberadaan kita mengenai hidup, manusia dan kemanusiaan.


Penyebab Terjadinya Tragedi Mesuji

Kasus Mesuji memang agak rumit dan unik. Rumit karena sebenarnya sudah sering terjadi di berbagai daerah (yang termasuk baru di Papua dan Bima) berkaitan dengan kepemilikan tanah dan pengelolaannya yang sering berakhir ricuh. Tepatnya menjadi problem. Sebabnya, seringkali ada dua versi dalam memandang persoalan kepemilikan tanah dan statusnya. Versi pemerintah yang seringkali dijadikan pegangan oleh pengelola sebuah usaha, dengan versi rakyat yang bersandar kepada tanah ulayat. Umumnya hal ini terjadi di daerah pedalaman atau wilayah hutan. Tidak jelasnya status kepemilikan tanah dan pengelolaan ini berpotensi rawan konflik.

1. Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Mesuji, Lampung dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dinilai karena pengkhianatan pemerintah pada Undang-Undang Nomor 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih, Kamis (22/12) mengatakan sejak Orde Baru semangat UU Pokok Agraria dihabisi.

Pemerintah kemudian menerbitkan sejumlah paket undang-undang yang memihak kepentingan pemodal besar dan sistem kapitalisme. Di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan yang terus berlanjut dengan penerbitan undang-undang lain dengan nafas serupa hingga era reformasi.  
Pada era Orde Baru, penerbitan undang-undang itu lantas dipadukan dengan program transmigrasi dan Perkebunan Inti Rakyat dengan skema lahan inti dan plasma bagi masyarakat, kata Henry yang juga Koordinator Umum Gerakan Petani Internasional (La Via Campesina).
Skema tersebut, imbuh Henry, tidak kunjung berjalan di banyak tempat hingga tahun 1980an. Pada sejumlah daerah hal itu justru menjadi konflik karena PIR yang bisa diperdagangkan sebagian kalangan pejabat.

2. Penyebab terjadinya aksi kekerasan yang disinyalir memakan korban sebanyak 30 orang warga sipil. Aksi kekerasan di sana ternyata dipicu oleh pelanggaran yang dilakukan perusahaan perkebunan PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) dan PT Silva Inhutani.   




3. Perusahaan tersebut terletak di Ogan Komering Ilir (OKI), Mesuji, daerah perbatasan Lampung dan Sumsel.  















5 Fakta Tragedi Yang Terungkap ,yaitu :

1. Pertama, kejadian itu terjadi pada tiga lokasi, baik di Register 45, Desa Sri Tanjung (Mesuji-Lampung), dan Desa Sodong (Kecamatan Mesuji-Sumatera Selatan), dan ditemukan sengketa lahan antara warga dengan perusahaan, meskipun dengan rincian persoalan yang berbeda-beda.


2. Kedua, sengketa lahan sudah terjadi dalam proses yang cukup lama, yang salah satu titik kejadiannya muncul dalam bentuk korban jiwa, korban luka, dan beberapa kerugian materiil di tiga lokasi itu.

3. Ketiga, utamanya pada dua tempat di Lampung, yaitu di Register 45 dan Sri Tanjung, jatuhnya korban jiwa perlu pendalaman lebih jauh dan tim akan berkoordinasi penuh dengan Komnas HAM terkait dengan persoalan HAM.

4. Keempat, kelompok aktor yang ada di masing-masing wilayah, ada dari unsur masyarakat, perusahaan, pemerintah, serta aparat keamanan dengan tingkat detil keterlibatan yang berbeda-beda di masing-masing setiap lokasi.

5. Kelima, jumlah korban jiwa yang meninggal akibat bentrokan di tiga lokasi tersebut untuk periode 2010-2011 adalah sembilan orang, masing-masing satu orang di Register 45, satu orang di Sri Tanjung, dan tujuh orang di Sodong

5 Tersangka Kasus Mesuji

1. Pertama, Heri Supriansyah (26), ditahan sejak 25 April 2011. Heri mengeroyok Saktu Macan dan menggorok leher Indra Syafei. Dia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

2. Kedua, Muhamad Idrus (23), ditahan sejak 28 April 2011. Idrus memukul punggung Saktu Macan dengan kayu. Dia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.



3. Ketiga, Supriyanto (22), ditahan sejak 28 April 2011. Supri memukul tubuh dan kaki Saktu Macan dengan kayu. Dia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.



4. Keempat, M Ridwan (28), ditahan sejak 28 April 2011. Ridwan memukul tubuh Indra Syafei dengan kayu. Ia didakwa melanggar Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.

5. Kelima, Tarjo, ditahan sejak 28 April 2011. Tarjo memukul kepala Indra Syafei. Dia dikenai Pasal 338, Pasal 55 KUHP ayat 1 kesatu KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 dan 2 ketiga KUHP.



Note : Semoga tragedi seperti ini tidak terjadi lagi dimanapun, karena tragedi seperti ini hanya akan membawa kerugian dan kesengsaraan . Peace .

Novel Hujan Dan Teduh

Selasa, 20 Desember 2011

Hujan Dan Teduh
by: WULAN DEWATRA




Hujan dan teduh adalah sebuah novel karya wulan dewatra, lahir pada tanggal 21 Juli 1990 di Ciamis. Novel yang menyentuh sederhana, dengan alur cerita yang Nampak real apa adanya, cara bertutur yang tidak rumit, tetapi jujur dan indah. Novel ini juga yang memenangkan juara pertama, lomba menulis cerpen yang di selenggarakan oleh gagasmedia.

Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk sesak dipenuhi ragu.
Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan. Seperti itulah kita. Seperti menebak langit abu-abu.

 Bintang, adalah seorang gadis muda, seorang mahasiswa yang tergolong dalam mahasiswa ‘mampu’, tapi ia tidak sombong seperti kebanyakan mahasiswa mampu lainnya. Bintang memiliki sifat yang anggun, lembut, cuek tetapi pengertian. Dalam perannya menjadi mahasiswa Bintang bertemu dengan Noval, lelaki menyebalkan saat pertemuan pertama mereka. Namun akhirnya mereka saling jatuh cinta. Noval tergolong sebagai lelaki yang berhasil mengubah Bintang dan menjadikannya normal seperti kebanyakan wanita lainnya, karena saat SMU Bintang menderita kelainan, yaitu menyukai sesame jenis. Walaupun pada akhirnya Noval dan Bintang membuat kesalahan yang menjadikan semuanya rumit.
Gadis pujaan Bintang saat SMU bernama Kayla, mereka menjalani hubungan sejenis tapi menyamarkannya dengan berpura-pura tetap menjalin hubungan antar jenis. Tapi sepintar apapun manusia menyembunyikan bangkai, baunya akan tetap tercium, cepat atau lambat. Bintang merasa harus bermusuhan dengan Reno yang tak lain adalah kekasih Kayla, yang membongkar hubungan Bintang dan Kayla di muka umum. Tentu saja berbagai macam cibiran harus Bintang telan bulat-bulat akibat kelainannya tersebut. Sedangkan Kayla yang terus di genggam erat oleh Reno tidak mengalami perubahan yang baik, Reno malah membawanya ke dunia kelam yang pada akhirnya mengharuskan Kayla untuk mengakhiri hidupnya.
Bintang hamil, benih yang Noval tanam di rahim Bintang terpaksa di bunuh hidup-hidup dengan cara aborsi, setelah aborsi Bintang merasa bersalah kemudian berniat untuk mengakhiri kisahnya dengan Noval dengan tujuan agar menjadi lebih baik, namun ternyata Bintang tak cukup kuat untuk terpisah dari Noval. Saat Bintang berniat melanjutkan jenjang pendidikannya ke S2 di luar negri, Noval melamar Bintang dan bersedia menunggu sampai study Bintang selesai. Manusia selalu punya rencana, tapi penentu dari semuanya tetaplah Tuhan yang Maha Esa. Aborsi yang Bintang lakukan dulu tidak berjalan mulus, sehingga menumbuhkan sel kanker di rahim Bintang dan mengharuskan Bintang mengangkat rahimnya demi keselamatan hidupnya. Bintang yang seolah sudah kebal dengan semua permasalahan hidup bersikap tenang, jauh dari itu Bintang menyadari bahwa ini pun akibat ulahnya dulu.
Bintang memutuskan untuk mengakhiri kisahnya dengan Noval, membiarkan Noval mencari wanita lain untuk di nikahi dan akan memberikan keturunan kelak. Tanpa sepengetahuan Noval, Bintang menjalani operasi pengangkatan rahim. Setelah operasi Bintang pergi meninggalkan rumah menuju sebuah desa terpencil dengan membuka usaha makanan di sana. Bintang memilih desa terpencil dengan alas an, agar tidak ada yang mengenalinya sehingga ia dapat melupakan semua kepahitan kisahnya, dan hidup sendiri, bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Namun Tuhan berkehendak lain, siang itu di pinggir pantai yang indah seorang laki-laki bercelana selutut serta mengenakan sepasang sandal jepit berjalan ke arah Bintang, seraya berbisik. “Bintang Dewatra, kenapa kamu membuat semuanya menjadi begitu sulit?” Noval memeluk Bintang dan membawanya kembali ke dunia yang sebenarnya. Dunia mereka berdua.

Kesimpulan yang saya ambil dari cerita ini adalah:
1.       Menjaga diri agar tidak terjerumus pada hal-hal yang akan membawa kita pada dunia hitam nan sesat dengan cara meluruskan kembali niat kita, apa yang kita lakukan ini sudah benar?
2.       Tidak ada masalah yang tidak mempunyai jalan keluar, karena Tuhan member kita masalah untuk menjadikan kita pribadi yang kuat serta selalu bersyukur atas nikmatNya.
3.       Jadilah pribadi yang bertanggung jawab, artinya berani melakukan maka harus berani pula menjalani semua konsekwensi dari keputusan yang telah kita pilih sendiri.

Etika Publikasi Fotografi

Senin, 19 Desember 2011

Etika Publikasi Fotografi

Etika Fotografi 

1. Etika mengambil foto/gambar diruang publik berbeda - beda ditiap kawasan ,tempat atau negara . Sebagai gamabaran ,kita di Indonesia bisa dengan nyaman memotret anak-anak dipinggiran kampung atau dimana saja saat mereka bermain. Tapi jangan harap bisa semudah ini di Australia ,mereka mempunyai undang - undang yang tegas tentang perlindungan anak, maka memotret mereka sedang bermain sekalipun , tanpa meminta izin dari orang tuanya dapat membawa kita kepenjara ,karena kita akan dianggap eksploitasi . hahaha.
bahaya ga tuu ?


2. Lalu bagaimana dinegara kita ? seperti saya bilang tadi, kita relatif mudah mendekati , meminta izin , dan ,memotret. Bahkan sebagian masyarakat kita cuek dan senang saja saat diambil gambarnya, dalam jarak dekat sekalipun. Contoh dibusway , saya memotret dengan HP, sangat dekat dengan obyek, dan tidak ada masalah sementara ini. hahaha.








3. Lantas bagaimana etikanya ?, dimana pun kita ingin memotret suatu objek, apalagi obyeknya adalah manusia, mintalah izin terlebih dahulu, dekati dengan ramah, buat mereka dengan nyaman dan tidak asing dengan kita (fotografer). 90% orang akan dengan senang hati menerima kedatangan kita saat diajak bicara terlebih dahulu, pahami kondisi mereka, apalagi kita bicara tentang dirinya, pasti doi akan suka .Nah , selanjutnya baru kita ungkapkan maksud tujuan kita.




4. Perkantoran dan mall dianggap sebagai ruang publik. Padahal tidak , mereka ibarat pemilik rumah dan halamannya . Apalagi disetiap sudut mall dan perkantoran ada larangan memotret. Kita tidak boleh seenaknya mengambil foto. Meski tidak semua mall dan perkantoran dengan jelas mengumumkannya. Namun,etika jurnalistik memperbolehkan memotret rumah ,kantor ,atau mall seseorang jika mereka terlibat dalam sebuah kasus yang layak dan berhak untuk diketahui publik , jika kasus tersebut menyebabkan kerugian bagi seseorang.



TIPS MEMOTRET :

  1. Permisi ,minta izin (kalau perlu jangan diperlihatkan dahulu kamera kita ).
  2. Ajak bicara apa saja sebelum memotret, bisa jadi akan ada inspirasi banyak ,saat kita dahulu dengan dia.
  3. Sampaikan maksud anda saat mau memotret
  4. Jika sudah memotret , tunjukan hasil foto tersebut langsung , untuk membuat dia nyaman dan yakin akan hasil foto kita.
  5. Catat kontak mereka , agar mereka merasa dihargai .
  6. Sampaikan ucapan terima kasih dan maap jika mereka merasa terganggu .


puding alpukat

Minggu, 18 Desember 2011


Resep Puding Alpukat


Bahan : 
  • 850 cc susu sapi
  • 250 gr gula pasir
  • 2 bungkus agar agar (usahakan yang putih)
  • 2 bh alpukat, ambil dagingnya saja
  • 100 cc air panas
  • 1 sdk makan pasta cocoa
Cara membuat :
  • Cincang kasar buah alpukat
  • Masak gula, agar agar dan sus sapi hingga mendidih
  • Angkat dan aduk aduk terus, tambahkan alpukat cincang kemudian aduk hingga rata
  • Bila sudah agak dingin, masukkan pasta mocca kedalam adonan
  • Tuangkan dalam cetakan yang sudah dibasahi dengan air sebelumnya.
  • Dinginkan
  • Jika sudah mengeras, potong potong dan sajikan

Puding Roti keju

Sabtu, 17 Desember 2011


Resep Puding Roti Keju

 
Bahan-bahan:
  • 2 lembar roti tawar dicacah kasar
  • 75 ml susu tawar
  • 1 butir telur
  • 2 sdt gula pasir/gula palem
  • 2 sdt kacang/coklar butir
  • 50 gr keju cheddar (potong dadgu kecil)

Cara memasak:

  • Kocok telur dengan susu
  • Campur roti dengan gula pasir, keju, kacang
  • Tuangkan susu dan telur
  • Kukus selama 15-20 menit hingga matang
  • Angkat dan sajikan